“Ayolah
Wa, dia butuh bantuanmu sekarang, aku mohon” jawab Hans
‘Dia?
Dia siapa?’
-------
Dari
ekspresi wajah Hans sepertinya ia serius, aku jadi tidak tega.
“Kenapa kamu tidak menuruti aja
permintaan dia Wa? Siapa tahu itu penting” ujar Anya ikut bersuara
“Iya biasanya kamu selalu menolong
orang yang minta bantuan kamu Wa” ujar Hani
“Gak bakalan aku apa-apain kok”
ujar Hans meyakinkan
Sepertinya
dia melihat wajahku yang khawatir
“Hmmm baiklah, tapi jangan lama-lama”
Hans
hanya tersenyum dan menyuruhku untuk mengikutinya.
“Hati-hati Sohwa” teriak Hani
dan Anya, Aku hanya tersenyum sambil mengacungkan jempol
Setelah
berjalan beberapa meter dari sekolah, Hans berhenti didepan sebuah sepeda motor
yang sepertinya miliknya.

