RSS

Senin, 03 Agustus 2015

MEMORY 8


Kringgggg~~
Akhirnya bel pulang berbunyi, memaksa menghentikan ceramah guru  yang hampir dua jam berkoar-koar di depan kelas dan hanya membahas materi yang sangat membosankan. 

Padahal sebagian siswa di kelas, atau mungkin semuanya tidak memperhatikan pelajaran. Seperti Danu si tukang makan yang tertidur pulas dengan buku sebagai alasnya, bagaimana yang lainnya? hampir semuanya mengikuti jejak Danu.

Wajah teman-temanku terlihat sumringah. Segera ku bereskan barang-barangku dan memasukannya ke dalam tas. Setelah berdoa dan bersalaman dengan guru, semua siswa berhamburan keluar kelas. Mungkin ada sebagian siswa yang tidak langsung pulang ke rumah malah langsung pergi jalan-jalan bersama teman-temannya, mungkin hanya sekedar refreshing ‘menurut mereka’  setelah seharian penuh ‘belajar’ di sekolah.Ada sebagian besar pula memilih langsung pulang ke rumah karena kelelahan mengingat ini sudah jam lima sore, aku salah satunya. 

Aku berjalan bersama teman-temanku menuju gerbang sekolah sambil bercanda dan berbincang seperti biasanya
                “Sohwa besok pagi jadi tidak kita pergi jalan-jalan? “ Kata temanku, Anya

Oh ya aku hampir lupa, aku belum memperkenalkan diriku. Namaku Sohwa Ummayah, umurku 17 tahun dan kini aku sudah kelas tiga SMA. Ya itulah mengapa kini aku pulang sore, untuk mengikuti tambahan pelajaran persiapan menuju UJIAN NASIONAL.

                “Ehm gimana yah, entar deh aku pikirin lagi” jawabku
Sebenarnya aku malas jalan-jalan karena capek, mendingan di rumah nonton tv atau ikut pengajian

                “Ayolah kamu ikut, sekaliiii aja. Kamu kan jarang jalan-jalan sama kita” Rayu Hani temanku paling gendut

                “Aku takut nih nanti dimarahin sama orang tuaku” jawabku

Selain aku malas pergi jalan-jalan karena capek, alasan lain karena orang tua pun ada. Orang tuaku suka melarang aku pergi keluar rumah untuk hal kurang berguna menurut mereka seperti jalan-jalan. Mereka selalu menyuruhku untuk langsung pulang ke rumah setelah pulang sekolah agar tidak keluyuran kemana-mana kecuali jika ada hal yang mendesak sih, tapi itupun mereka bertanya ini dan itu. Dari pada sebelum pergi aku capek menjelaskan mendingan aku gak usah ikut

                “Yahhh” keluh Hani

                “Orang tua kamu overprotective banget sih, pergi jalan-jalan aja gak boleh” protes Anya

                “Ya gak tau, mungkin itu untuk kebaikanku sendiri” Jawabku seadanya

Ketika kita sedang bercanda mengenai pose tidur Danu yang lucu, mataku menangkap seseorang yang ku kenal sedang berdiri di samping gerbang sambil menengak-nengok kepalanya seperti sedang mencari seseorang. Tiba-tiba aku merasa was-was.

‘Eh itukan Hans, ngapain dia disini? Dia kan gak sekolah disini? Apa dia sedang mencari seseorang? Ah mungkin dia mencari temannya yang sekolah disini atau sedang menjemput pacarnya? Hihihi mungkin iya’ 

Tapi bukan itu yang aku khawatirkan, aku takut dia nanti melihatku

‘ Semoga aja dia gak lihat aku

                “Sohwa?”

‘SEMOGA’

Aku yang sengaja ,bersembunyi dibalik tubuh Hani yang besar langsung kaget ketika Hans memanggil namaku.

                “Ya?” aku terpaksa menengok kearah Hans yang sudah berdiri didepanku

                “Kamu Sohwa kan? Kamu masih ingat aku gak?” Tanya Hans

                “Oh eh a—a-aku ingat kok, kamu Hans kan?” jawabku

Aku dan Hans dulu berada di SMP yang sama. Aku dan Hans bisa dibilang berteman

                “Alhamdulillah kamu masih ingat aku, aku datang kesini nyariin kamu. Ada urusan penting nih”

‘Apa?! Apakah ini mimpi? Aku tidak pernah bertemu dia sejak lulus SMP, kenapa sekarang tiba-tiba dia mencari aku?’

                “Kenapa tiba-tiba kamu nyariin aku? Terus ada urusan penting apa?” tanyaku penasaran

                “Ehm aku gak bisa nyeritain kamu sekarang dan disini” jawab Hans sambil melirik Hana dan Anya
Aku lupa ternyata masih ada Anya dan Hani disampingku.

                “Kenapa gak sekarang dan disini aja?” 

                “Gak bisa Wa, ini urusan penting”

'Memangnya urusan penting apa?'

                “Ta—Tapi

                “Ayolah Wa, dia butuh bantuanmu sekarang, aku mohon” jawab Hans

‘Dia? Dia siapa?’


--o-- bersambung --o--

0 komentar:

Posting Komentar